Cycle time excavator adalah total waktu yang diperlukan sebuah excavator untuk menyelesaikan satu siklus kerja. Pada pekerjaan penggalian dan loading, satu siklus umumnya terdiri dari beberapa aktivitas:
- Menggali material
- Mengangkat bucket
- Memutar atau swing menuju area pembuangan
- Membongkar material
- Swing kembali ke area penggalian
Setelah kembali ke posisi awal, siklus berikutnya dimulai. Sebagai contoh, excavator mengambil tanah dari area penggalian, kemudian memutar menuju dump truck untuk membuang material. Setelah bucket kosong, excavator berputar kembali menuju area penggalian. Seluruh rangkaian tersebut merupakan satu cycle.
Mengapa Cycle Time Excavator Penting?
Cycle time excavator berhubungan langsung dengan produktivitas alat. Jika satu siklus membutuhkan waktu lebih singkat, excavator secara teoritis dapat menyelesaikan lebih banyak siklus dalam satu jam. Sebaliknya, cycle time yang terlalu panjang dapat membuat jumlah material yang dipindahkan menjadi lebih rendah.
Namun, mengejar cycle time sesingkat mungkin bukan berarti operator harus bekerja secepat-cepatnya. Kecepatan kerja tetap harus mempertimbangkan stabilitas alat, kondisi material, posisi dump truck, kemampuan operator, dan prosedur keselamatan.
Tahapan Cycle Time Excavator
Untuk memahami cara menghitung cycle time, kita perlu melihat aktivitas yang membentuk satu siklus kerja.
1. Digging Time
Digging time adalah waktu yang dibutuhkan bucket untuk masuk ke material, mengisi bucket, dan mengambil material dari area penggalian. Durasi ini dipengaruhi oleh karakteristik material. Tanah lunak biasanya lebih mudah digali dibandingkan material padat atau batuan. Jenis bucket dan kondisi bucket teeth juga dapat memengaruhi proses penetrasi. Untuk memahami lebih lanjut mengenai bucket, Anda dapat menghubungkannya dengan artikel 6 Jenis Bucket Excavator dan Fungsinya untuk Berbagai Pekerjaan.
2. Swing Loaded
Setelah bucket terisi, upper structure excavator berputar menuju lokasi pembuangan atau dump truck. Gerakan ini disebut swing loaded karena excavator melakukan swing dalam kondisi membawa material.
Semakin jauh sudut swing, biasanya semakin panjang waktu yang dibutuhkan. Penempatan dump truck dan posisi area penggalian dapat memberikan pengaruh besar terhadap cycle time.
3. Dumping Time
Setelah bucket berada di atas lokasi pembuangan, material dikeluarkan dari bucket. Waktu yang diperlukan untuk membuang material disebut dumping time. Durasi ini dapat berbeda tergantung jenis material dan metode pekerjaan.
4. Swing Empty
Setelah material dikeluarkan, excavator melakukan swing kembali menuju area penggalian. Karena bucket sudah kosong, aktivitas ini disebut swing empty. Idealnya, posisi excavator dan dump truck diatur sedemikian rupa agar sudut swing tidak terlalu besar.
Rumus Cycle Time Excavator
Cycle time dapat dihitung dengan menjumlahkan seluruh waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus. Rumus Cycle Time = Digging Time + Swing Loaded + Dumping Time + Swing Empty. Sebagai contoh, sebuah excavator membutuhkan:
- Digging time = 8 detik
- Swing loaded = 6 detik
- Dumping time = 3 detik
- Swing empty = 5 detik
Maka, Cycle Time = 8 + 6 + 3 + 5 = 22 detik. Artinya, excavator membutuhkan sekitar 22 detik untuk menyelesaikan satu siklus berdasarkan kondisi tersebut. Yang perlu diingat adalah cycle time dapat berubah karena kondisi lapangan tidak selalu sama.
Cara Menghitung Jumlah Cycle per Jam
Setelah mengetahui cycle time, kita dapat memperkirakan jumlah siklus dalam satu jam. Rumusnya: Jumlah Cycle per Jam = 3.600 ÷ Cycle Time (detik). Jika cycle time excavator adalah 22 detik, maka 3.600 ÷ 22 = sekitar 164 cycle/jam.
Angka tersebut merupakan kondisi teoritis. Dalam operasi sebenarnya, excavator tidak akan bekerja secara penuh selama 60 menit tanpa adanya waktu berhenti, manuver, pemeriksaan, komunikasi, pergantian posisi, dan aktivitas lainnya.
Faktor yang Mempengaruhi Cycle Time Excavator
Cycle time dapat berubah dari satu proyek ke proyek lainnya. Beberapa faktor utama yang memengaruhinya antara lain sebagai berikut.
1. Kondisi Material
Material yang mudah digali memungkinkan proses digging berlangsung lebih cepat. Sebaliknya, tanah keras, batuan, atau material yang membutuhkan attachment tertentu dapat meningkatkan waktu penggalian.
2. Kapasitas Bucket
Bucket dengan kapasitas lebih besar dapat membawa lebih banyak material dalam satu siklus. Namun, kapasitas yang lebih besar harus tetap sesuai dengan kemampuan excavator dan karakter material. Sebagai gambaran, SANY memiliki berbagai excavator dengan kapasitas bucket berbeda. SY215C memiliki bucket 0,93 m³, sedangkan SY365H memiliki kapasitas 2,1 m³. Selengkapnya bisa baca di sini: Kapasitas Bucket Excavator dan Cara Memilih Ukuran yang Tepat.
3. Sudut Swing
Sudut swing memiliki pengaruh cukup besar terhadap cycle time. Jika dump truck ditempatkan terlalu jauh atau pada posisi yang membuat excavator harus melakukan swing dengan sudut besar, waktu setiap siklus dapat bertambah. Layout area kerja perlu dirancang dengan mempertimbangkan posisi excavator dan alat angkut.
4. Kemampuan Operator
Operator memiliki peran penting dalam menjaga efisiensi cycle time. Operator yang memahami karakteristik unit dapat mengombinasikan gerakan boom, arm, bucket, dan swing secara lebih efektif. Pengoperasian yang terlalu agresif justru dapat memberikan beban tambahan pada alat dan meningkatkan risiko kesalahan.
5. Kondisi Area Kerja
Permukaan tanah, kemiringan, ruang kerja, dan akses dump truck juga dapat memengaruhi cycle time. Area yang sempit dapat membuat excavator membutuhkan lebih banyak manuver. Sebaliknya, area kerja yang tertata dengan baik memungkinkan pergerakan alat berlangsung lebih lancar.
6. Posisi Dump Truck
Dalam pekerjaan loading, posisi dump truck sangat penting. Dump truck yang berada pada posisi optimal dapat mengurangi sudut swing excavator. Selain mengurangi cycle time, penempatan yang tepat juga dapat membuat proses loading lebih teratur.
Hubungan Cycle Time dengan Kapasitas Bucket
Cycle time dan kapasitas bucket sebaiknya tidak dilihat secara terpisah. Excavator dengan bucket besar dapat memindahkan material lebih banyak dalam satu siklus. Namun, apabila cycle time terlalu panjang, produktivitas keseluruhan belum tentu lebih tinggi.
Sebaliknya, excavator dengan bucket lebih kecil dapat memiliki cycle time lebih cepat tetapi membutuhkan lebih banyak siklus untuk mencapai volume material yang sama. Pemilihan excavator perlu mempertimbangkan kombinasi antara:
- kapasitas bucket
- cycle time
- jenis material
- operating weight
- kemampuan hidrolik
- dan target produksi
Pembahasan mengenai pemilihan unit juga dapat dibaca di artikel Cara Memilih Excavator Sesuai Kebutuhan Proyek.
Cara Mengurangi Cycle Time Excavator
Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi waktu yang tidak diperlukan dalam setiap siklus kerja excavator:
- Atur posisi dump truck. Tempatkan dump truck pada posisi yang memungkinkan excavator melakukan swing dengan sudut yang lebih efisien.
- Sesuaikan area penggalian. Pastikan area penggalian memungkinkan excavator melakukan gerakan boom, arm, dan bucket secara optimal tanpa terlalu banyak manuver.
- Gunakan bucket yang tepat. Pilih bucket sesuai jenis material dan pekerjaan agar proses penetrasi dan pengisian material lebih efektif.
- Kurangi waktu idle. Minimalkan waktu ketika excavator tidak bekerja dengan menjaga koordinasi antara operator, dump truck, dan tim lapangan.
- Tingkatkan kemampuan operator. Operator yang memahami karakteristik unit dan kondisi lapangan dapat menghasilkan siklus kerja yang lebih konsisten dan efisien.
Apakah Cycle Time Semua Excavator Sama?
Tidak. Setiap excavator mempunyai karakteristik berbeda, termasuk engine power, hydraulic system, operating weight, bucket capacity, boom, arm, dan konfigurasi lainnya. Bahkan excavator dengan kelas yang sama dapat memiliki cycle time aktual berbeda ketika digunakan di lapangan.
Selain faktor mesin, kondisi material dan kemampuan operator juga memberikan pengaruh besar. Cycle time sebaiknya diukur berdasarkan kondisi pekerjaan sebenarnya, bukan hanya menggunakan angka perkiraan.
Pilih Excavator Berdasarkan Target Produktivitas
Memahami cycle time excavator dapat membantu perusahaan melihat hubungan antara spesifikasi alat dan produktivitas pekerjaan. Pemilihan excavator sebaiknya tidak hanya berdasarkan engine power atau ukuran bucket, tetapi juga mempertimbangkan jenis material, kondisi medan, target produksi, kemampuan operator, serta alat pendukung yang digunakan.
PT SANY Perkasa menyediakan berbagai kategori excavator, mulai dari Small Excavator, Medium Excavator, Large Excavator hingga Electric Excavator, dengan pilihan unit untuk berbagai kebutuhan konstruksi, infrastruktur, earthmoving, dan pertambangan.
Sumber video: youtube/@SanyPerkasa
Ingin melihat pilihan excavator berdasarkan kapasitas dan kebutuhan pekerjaan? Lihat berbagai model Excavator SANY dan temukan unit yang sesuai untuk mendukung target produktivitas proyek Anda.
FAQ tentang Cycle Time Excavator
Berapa Cycle Time Excavator yang Ideal?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua excavator dan pekerjaan. Cycle time ideal bergantung pada model alat, jenis material, sudut swing, operator, kondisi medan, dan metode kerja yang digunakan.
Apakah Cycle Time Semakin Cepat Selalu Semakin Baik?
Tidak selalu. Cycle time perlu dibuat efisien dengan tetap mempertahankan keselamatan, stabilitas alat, dan kualitas pekerjaan. Pengoperasian terlalu agresif dapat meningkatkan risiko keausan maupun kesalahan kerja.
Apakah Kapasitas Bucket Mempengaruhi Cycle Time?
Kapasitas bucket dapat memengaruhi proses kerja, terutama saat pengisian dan pengangkutan material. Namun, hubungan keduanya perlu dilihat bersama kemampuan excavator, jenis material, dan kondisi pekerjaan.
Bagaimana Cara Mengukur Cycle Time di Lapangan?
Cycle time dapat diukur dengan mencatat waktu dari awal satu siklus hingga excavator kembali ke kondisi awal untuk memulai siklus berikutnya. Pengukuran sebaiknya dilakukan beberapa kali agar diperoleh nilai rata-rata yang lebih representatif.
Apa Hubungan Cycle Time dengan Produktivitas Excavator?
Semakin efisien cycle time, semakin banyak siklus yang dapat dilakukan dalam periode tertentu. Jika kapasitas bucket dan faktor efisiensi juga mendukung, produktivitas pemindahan material dapat meningkat.
